02 November 2010

KPPIJK ANGKATAN 39

PII Cab. Semarang Korwil Jawa Tengah akan segera mengadakan kembali Kursus Pelatihan Profesi Insinyur Jasa Konstruksi angkatan 40 pada tgl 4-5 Desember 2010 tempat di Hotel DAFAM (jl. Imam Bonjol). Bagi para Insinyur maupun Sarjana Teknik yang berminat mengikuti KPPIJK harap segera mendaftarkan diri karena tempat terbatas

Pendaftar langsung membawa persyaratan berupa
  1. Daftar riwayat hidup yg telah ditandatangani
  2. Fotocopy ijasah
  3. Fotocopy KTP
  4. Foto berwarna 3x4 sebanyak 2 lembar
  5. Bukti setor sebesar Rp.1.150.000,-  ke BNI cab. UNDIP No. Rek. 40031510 a/n Wisnu Suharto, PII Jawa Tengah
semua berkas di bawa ke sekretariat PII di Jl. Tri Lomba Juang No 7 Ruko No 2 Komplek Trilomba Juang Mugas Semarang atau kampus Universitas Semarang Jl. Sukarno Hatta Gedung A.1.1.4. . Tempat terbatas. Segara daftarkan diri anda.
Untuk informasi bisa menghubungi Purwanto (0815 777 2952)  atau Wisnu Suharto (08122 851 299)
NB: Untuk pelaksanaan KPPIJK angkatan selanjutnya akan ditiadakan untuk sementara sambil menunggu keputusan dari PP no 10 tahun 2010. 

04 Mei 2010

ASEAN CHARTERED PROFESIONAL ENGINEER (ACPE)

LATAR BELAKANG


Sejak tahun 1994, Republik Indonesia telah memproklamirkan diri sebagai anggota WTO ( World Trade Organization ). Hal ini merupakan pelaksanaan UU No.7 tahun 1994 tentang Persetujuan pembentukan The World Trade Organization / WTO. Konsekwensi yang harus ditindak lanjuti adalah adanya aturan bersama, sesuai kesepakatan, dalam gerak lintas pemasokan jasa, termasuk Jasa Konstruksi antar negara anggota.
Dikenal 4 Modalitas  pemasokan jasa lintas Negara :
Mode 1 : Pemasokan jasa lintas batas Negara. Sebagai contoh pemasokan jasa rancang bangun dengan memanfaatkan internet, pos, cd, dsb
Mode 2 : Penggunaan jasa di Negara lain. Sebagai contoh, pasien warga Negara Indonesia yang berobat ke Singapura
Mode 3 : Hadirnya perusahaan asing
Mode 4 : Hadirnya tenaga kerja asing

Pada tahun 2005, 10 Negara yang tergabung dalam kawasan ASEAN, didalamnya termasuk negara Republik Indonesia, membuat kesepakatan, menghadapi global perdagangan Jasa Konstruksi, segera melaksanakan MRA ( Mutual Recognition Arrangement )  disektor bidang konsultasi Jasa Konstruksi, yang diatur dalam CPC ( Central Product Classification ) terbitan PBB ( persatuan Bangsa Bangsa ) Di kesepakatan itu, juga lebih dipertajam, hanya diutamakan untuk Sektor Prioritas yaitu sektor Engineering Services ( CPC-8672 ). Di sektor prioritas ini sudah mencakup kegiatan Jasa Konstruksi berkaitan dengan Design maupun Costruction
MRA merupakan standar bakuan kompetensi untuk menjadi ACPE

Untuk melaksanakan MRA tersebut diatas, ditingkat ASEAN dibentuk CC ( Coordinating Commitee ) dan disetiap negara ASEAN membentuk NMC ( National Monitoring Commitee ). Pembentukan MC di Indonesia, dilandasi terbitnya Permen PU No. 31 Tahun 2006, dan diprogramkan efektif mulai tahun 2010.


BEBERAPA POKOK KESEPAKATAN MRA PADA ENGINEERING SERVICES
Disepakati adanya persyaratan untuk menjadi ACPE, yang teregister di tingkat ASEAN atau disebut sebagai ACPER ( Asean Chartered Profesional Engineer Register )
Diatur kelembagaan yang akan menangani baik dimasing-masing negara  ( NMC ) dan koordinator di tingkat ASEAN CC ( Coordinating Committee
Disepakati pula Profesional Regulatory Authority ( PRA ) pada masing-masing negara anggota ASEAN
Seorang ACPE yang akan bekerja di negara ASEAN lainnya harus bekerjasama dengan ACPE di negara tersebut ( host country )
Kesepakatan MRA ini hanya berlaku bagi warga negara anggota ASEAN

Kemudian secara jelas apa ACPER itu.
ACPER adalah para PROFESIONAL ENGINEER yang telah diakui kompetensinya di tingkat ASEAN untuk menyandang SEBUTAN / Gelar ACPE


TINDAK LANJUT DI BIDANG JASA KONSTRUKSI DI INDONESIA
Untuk melindungi kegiatan Jasa Konstruksi di masing – masing Negara ASEAN termasuk Indonesia, maka di Perman PU 31 Tahun 2006 telah memberkan filter terhadap kiprah para Ahli ASEAN yang bekerja di bidang Jasa Konstruksi di Indonesia. Pada Pasal 1 Ayat 10 diberikan ketentuan, yang sesuai dalam kesepakatan MRA,  sebagai berikut :
 “ Registered Foreign Profesional Engineer ( RFPE ) adalah ACPE dari Negara anggota ASEAN yang telah mendapat ijin dari PRA ( Profesional Regulatory Authority ), yaitu lembaga yang mendapat otoritas untuk melakukan pengaturan praktek jasa rekayasa Negara tujuanuntuk bekerja di Negara tujuan dengan syarat harus bekerjasama dengan ACPE dari Negara tujuan tersebut “
Hal ini mengandung suatu kebutuhan yang sifatnya harus, bagi setiap Negara ASEAN termasuk Indonesia, menyiapkan para tenaga ahli yang sudah memiliki keahlian bersertifikat Asean  yaitu ACPE.
Bagi seseorang ahli yang telah mendapatkan sertifikat ACPE, berarti telah diakui sebagai seorang Profesional Engineer yang telah dinyatakan memenuhi kualifikasi sesuai dengan kriteria dan prosedur yang ditetapkan oleh ASEAN Chartered Professional Engineer Coordinating Committee ( ACPECC ).
Sampai awal tahun 2010, ternyata para ahli Indonesia, terutama di Jawa Tengah masih terlena, belum siap untuk menyongsong gerak jasa konstruksi berskala Internasional tersebut. Jangankan mulai berpikir Tenaga Ahli kita berkiprah dinegara ASEAN lainnya, pada saat Perusahaan/Tenaga ahli negara ASEAN diluar Indonesia mau berkiprah di Indonesia / Jawa Tengah, terpaksa batal, karena tidak punya pendamping/bekerjasama dengan Ahli Indonesia yang bersertifikat ACPE. Apakah lalu kita akan berteriak, kita belum siap, yang senyatanya, memang tidak mau siap. Ingat, Permen 31 Tahu 2006 memberi kesempatan 4 tahun untuk kesiapan para insan yang bergerak di dunia Jasa Konstruksi, merupakan waktu yang cukup, dirasakan tidak cukup karena kurang menyadari arti pentingnya Permen 31 Tahun 2006 di dunia Jasa Konstruksi di Indonesia pada umumnya, dan di Jawa Tengah pada khususnya. Mari bergegas, tidak ada istilah terlambat, kalau segera “ cancut taliwondo”. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah ( LPJKD ) Jawa Tengah, bersedia  memberikan informasi lebih lanjut bagi yang berminat untuk mendapatkan ACPE. (Disajikan Oleh : Ir. Wisnu Suharto, Dipl.HE, IPU, ACPE/Ketua Umum PII Cab.Semarang Korwil.Jateng)

19 Februari 2010

Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations 2009

Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations 2009 (CAFEO) merupakan CAFEO ke 27 yang diselenggarakan  di Singapura  pada  30 November s/d 2 Desember 2009. CAFEO telah diadakan secara rutin setiap tahun sejak 1982, dengan pergantian tuan rumah diantara 10 anggota ASEAN. Persatuan Insinyur Indonesia (PII) adalah salah satu anggota dari persatuan para insinyur di ASEAN, dalam wadah organisasi bernama AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organizations), yang terdiri dari 10 negara di ASEAN, sesuai urutan abjad yaitu: Brunai Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Philipina,  Thailand,  Vietnam, dan Singapura. Pada CAFEO ke 27 kali ini juga dihadiri para utusan/peninjau dari Jepang, Cina, Taiwan, Australia, dan New Zealand. KOnferensi ke 28 (CAFEO 28) mendatang, Vietnam akan bertindak sebagai tuan rumah. Indonesia pernah menjadi tuan rumah untuk CAFEO 1 (Jakarta 1982), CAFEO 7 (Bali 1989), CAFEO 13 (Bandung 1995), dan CAFEO 21 (Yogyakarta 2003).

 

HONORARY FELLOW AWARD PADA CAFEO 27 DI SINGAPURA

Pada konferensi AFEO ke 27 di Singapura seperti yang telah diberitakan pada postingan sebelumnya juga diacarakan pemberian Award dalam kategori Honorary Fellow Award untuk 10 orang, 5 diantaranya dari Indonesia, termasuk salah satunya adalah Ir. Wisnu Suharto,Dipl.HE, IPM, yang tidak lain adalah Ketua Umum PII cabang Semarang Koordinator Jawa Tengah.

17 November 2009

KPPIJK Angkatan 36


19 Juni 2009

18 Juni 2009

Form Penilai Ahli PII

Bagi para anggota PII Cab. Semarang yang berminat untuk menjadi Penilai Ahli dapat mengunduh dan mengisi Form isian Penilai Ahli di alamat berikut ini:
http://www.ziddu.com/download/5238774/FormPenilai.zip.html
Silahkan diisi dan diserahkan ke Kantor PII Cab. Semarang Jl. Tri Lomba Juang no. 7 ruko no 2 Semarang. Bila kesulitan untuk download silakan email ke alamat nick.wep@gmail.com akan kami kirim lewat email.

20 Januari 2009

Perpanjangan SKA

Syarat-syarat memperpanjang SKA untuk anggotaPII cab. Semarang:
  1. Fotocopy SKA lama (bolak-balik) 2 lembar
  2. Fotocopy Sertifikat Insinyur Profesional (IP) 2 lembar
  3. Mengisi Form Keanggotaan (bisa didapat di sekretariat PII atau download di sini) dengan disertai: fotocopy KTP, foto berwarna 3x4 2 lembar, fotocopy ijasah.
  4. Mengisi Form Registrasi Tenaga Kerja (bisa didapat di sekretariat PII atau download di sini) dengan disertai: fotocopy ijasah, daftar riwayat hidup yg ditandatangani, fotocopy KTP, foto berwarna 3x4 sebanyak sub bidang yang dipilih.
  5. Fotocopy Surat Keterangan Keanggotaan (SKK) yg masih berlaku, jika sudah kadaluarsa, harap diperpanjang dahulu dengan biaya Rp. 300.000,- / tahun.
Penting diperhatikan bahwa perpanjangan dilakukan sebaiknya 2-3 bulan sebelum jatuh tempo. 
Keterangan lebih jelas hubungi :Purwanto (0815 777 2952) Niko (085 740 295 295/024 74 00 74 30) atau Wisnu Suharto (08122 851 299)

19 Januari 2009

Insinyur Indonesia Gencarkan "Green Engineering"

Persatuan Insiyur Indonesia (PII) meminta para anggotanya menerapkan konsep pembangunan ramah lingkungan yang disebut green engineering dalam setiap proyek yang dikerjakan.

Upaya adaptasi terhadap fenomena pemanasan global dan perubahan iklim merupakan faktor utama yang mendasari PII mengkampanyekan penerapan green engineering, kata Direktur Eksekutif PII Rudijanto Handojo di Jakarta, Jumat.
Menurut Rudijanto, green engineering adalah rancangan, komersialisasi, dan penggunaan proses, produk yang layak, ekonomis, serta dapat meminimalkan risiko terhadap kesehatan manusia serta lingkungan.

"PII ingin menunjukkan bahwa insinyur Indonesia sudah melakukan langkah-langkah pembangunan yang berwawasan lingkungan," ujar dia.
Untuk mewujudkan konsep green engineering tersebut diperlukan suatu rancang bangun terpadu yang berwawasan lingkungan, termasuk di dalamnya permasalahan di bidang infrastruktur, konstruksi, dan pengolahan serta pemakaian bahan atau komponen bangunan standar.

"Kami menginginkan ke depannya para insiyur Indonesia sadar bahwa dalam membangun karya-karya mereka, mereka harus melaksanakan kaidah yang ramah lingkungan. Ini PII tujukan bagi semua insinyur yang ada di seluruh Indonesia," kata Rudi.

Konsep "green engineering" juga telah diadopsi oleh beberapa organisasi insinyur di beberapa negara maju.

"Itu sebabnya PII akan memperkuat jejaring dengan asosiasi profesi insinyur di ASEAN, Asia Pasifik dan APEC sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas," ujarnya.

Pemikiran tentang keinsinyuran berwawasan lingkungan ini juga menjadi salah satu pendorong penting dalam penyusunan Rancangan Undang Undang (RUU) Keinsinyuran, yang saat ini sedang diperjuangkan oleh PII.

Pemikiran-pemikiran ini merupakan pokok bahasan dalam Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (RAPIMNAS PII) II tahun 2008, yang digelar pada 22-23 Mei.
"Intinya peran insinyur di lini depan adalah mengatasi persoalan lingkungan akibat dampak industri," kata Sjahrir Ika, Ketua Panitia Pelaksana RAPIMNAS PII.
"Selanjutnya gagasan yang terkait dengan konsep green engineering nanti akan dirumuskan dan dibuatkan program oleh PII," demikian Sjahrir Ika.

03 Januari 2009

Download Berbagai Form

Jika anda membutuhkan Form Keanggotaan PII, Form Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP) dan Form Registrasi Tenaga Kerja, sekarang anda dapat men-download-nya dengan mudah, caranya :
  1. Silakan klik link berikut ini untuk FAIP : http://www.ziddu.com/download/3317080/faip.rar.html
  2. Regristrasi Tenaga kerja : http://www.ziddu.com/download/3317357/FormTenagaKerja.rar.html
  3. Form Keaggotaan : http://www.ziddu.com/download/3317551/formKeanggotaan.rar.html
Apabila mengalami kesulitan silakan kirim email ke nick.wep@gmail.com untuk kami kirim lewat email. Semoga bermanfaat.